Karet Diusulkan Jadi Bahan Material di Proyek Jalan Tol Hingga MRT

Pemerintah berencana memanfaatkan karet untuk proyek infrastruktur yang sedang gencar dibangun saat ini. Menurut Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, lewat Instruksi Presiden (Inpres), karet alam produksi domestik akan dipakai sebagai salah satu material untuk proyek-proyek yang akan mulai dibangun tahun depan.

"Kita ingin pakai karet untuk penggunaan jalan-jalan baru, dicampur di aspalnya. Pengalaman Thailand, dicampur aspal 20% harganya lebih mahal, tapi durasi usianya 40% lebih lama, Inpres target tahun ini, karena ini mendesak

Selain jalan, penggunaan karet alam juga didorong pada proyek infrastruktur lain seperti rel MRT, dock fender pelabuhan, hingga pembangunan stadion baru.

"Lewat Inpres, karet juga akan digunakan untuk infrastruktur MRT kaya di Malaysia, slipper MRT nggak pakai kayu lagi, nggak pakai beton, tapi pakai karet. Kita juga mau coba inovasinya untuk kereta api untuk bantalan. Terus dock fender pelabuhan,

Menurut Bachrul, Thailand dan Malaysia sudah selangkah lebih maju untuk membatasi ekspor karet, dan mengalihkannya ke konsumsi domestik untuk infrastruktur.

"Di Thailand stadion bola penggunaan karet mayoritas. Thailand bikin stadion pakai karet. Indonesia harus cari banyak lagi penggunaan infrastruktur di APBN, kita koordinasi antar kementerian. Sekarang pembahasan Inpres di tingkat Menko, kalau ditandatangani, karet buat pembuatan jalan tol baru, dam dan lainnya," kata Bachrul.

Menurutnya, penggunaan infrastruktur setidaknya akan meningkatkan penggunaan karet di dalam negeri sebesar 100 ribu ton. 

"Di 3 negara dengan Malaysia dan Thailand, ada 200 ribu ton tambahan setahun. Kita porsinya 100 ribu ton," tutupnya.
Share:

0 comments:

Post a Comment

CALENDAR

GALLERY

Copyright © Blogger Akbar Paisal | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes